Archive for the 'kritik' Category

09
Oct
08

Katanya Islam, Tapi Kok Gitu,,???

sebelumya gue minta maap sama seluruh masyarakat Indonesia, kalau ternyata menurut masyarakat tulisan gue ini termasuk SARA.

malam tadi sekitar jam 18.30, gue liat d TVone ada berita tentang ketua front pembela islam (FPI), panglima FPI, dan pengikutnya menolak diperiksa sama polisi. memang dia punya hak buat menolak diperiksa. tapi ada yang aneh sama mereka semua.

mereka yang mengagung-agung kan nama Islam sebagai nama organisasi mereka, berlaku kayak yang bukan orang Islam. setau gue Islam itu mengajarkan kita supaya sabar, tenang, tidak emosional. ini mah malah kayak orang kesetanan. polisi yang hanya menjalankan tugasnya aja dibilang (maaf) bodoh berkali-kali.

cape saya sama organisasi yang satu ini. mereka itu muslim apa preman ? koq kelakuannya kayak orang gak diajarin cinta damai. klo mau berantas sesuatu semua dilakuin sama kekerasan. heran, darimana mereka belajar itu semua. Islam ? jelas bukan. karena islam gak pernah mengajarkan yang namanya anarki !

kalau memang prosedurnya memang harus diperiksa dan emang mereka gak punya masalah, ya kenapa menolak buat diperiksa ? kalau memang tidak berbuat salah, ya kenapa takut diperiksa ?. malah orang lain yang menjalankan tugas di caci maki.

untuk masalah ahmadiyah, gue nentang. gue kira itu emang ajaran yang salah. karena Islam itu mengajarkan kita bahwa ‘tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah’. bahwa nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir, hingga akhir jaman. tapi gue gak anarkis, cara yang terbaik itu hanya merangkul mereka ke jalan yang benar. selebihnya jika mereka tetap tidak bisa kita arahkan, ya itu kuasa Allah. buka kita yang jadi anarkis malah saling menyakiti sesama umat manusia.

ayo dong, kita buat kedamaian di muka bumi ini. jangan kekerasan terus. semua orang bebas berpendapat. semua orang bebas memilih. kita hanya bisa menunjukkan jalan yang benar, mengingatkan. selebihnya jangan sampai terjadi kekerasa. itu semua kuasa Allah. biarkan Allah memberikan ganjaran yang sepantasnya pada yang salah dan yang benar.

03
Oct
08

Jalan dimana,,?

kalau ada orang yang nanya “olahraga paling gampang ?, olangraga paling murah ?, olahraga paling menghemat waktu ?” jawabanya pasti “jalan”. kata orang jalan itu bisa dimana saja. benarkah ? .

sekarang orang-orang pada lebih suka naek motor daripada jalan kaki. alesannya, lebih cepet, lebih gampang, lebih efisien. mungkin alesannya bener. tapi gue punya satu alesan lain yang bikin gue lebih seneng naek motor daripada jalan. yaitu, “GAK ADA TEMPAT BUAT PEJALAN KAKI”.

jalanan di bandung itu lumayan gede, dan secara berkala pasti ada pengembangan jalan. entah itu pelebaran jalan, pembangunan jalan atau malah pengecilan jalan. tapi yang gue rasain itu, pemerintah kota bandung itu kayaknya cuman mengembangkan jalan buat kendaraan aja, kayak, mobil, motor, sepeda, becak, delman, dll.

trus mana pengembangan buat pejalan kaki ? jawabannya TIDAK ADA !!

pejalan kaki atau “pedestrian” pasti merasa hak mereka untuk berjalan dengan aman dan nyaman telah dirampas. gimana nggak, trotoar yang seharusnya dipake untuk pejalan kaki malah dipake buat pedagang kaki lima, parkir motor, parkir mobil, buat neduh abang becak, pangkalan ojeg, dan yang lebih herannya lagi trotoar dipake buat tiang pasang banner atau iklan.

keadaannya diperparah sama para pejalan kaki yang ngerasa udah biasa sama hal-hal tadi. ga heran para “perampas” hak pejalan kaki itu makin “adem ayem” aja gak ngerasa dosa. sikap yang hampir sama juga ditunjukkan pemerintah kota. mereka tampaknya sudah terbiasa dengan hal itu. memang pemerintah sering ngerazia PKL (pedagang kaki lima), tapi itu biasanya dilakukan waktu ada pejabat pemerintah dari pusat aja yang mau lewat ke jalan itu, sesudahnya ? ya balik lagi.

akibat dari itu semua para pejalan kaki gakan bisa jalan dengan tenang, mereka harus meliuk-liuk ditengah PKL, pangkalan ojeg, parkir motor, parkir mobil, dll. gak jarang pejalan kaki sampe harus berjalan di tengah jalan, karena trotoar sudah gak bisa dilewati lagi. akibatnya bisa terjadi kecelakaan antar pejalan kaki dengan pengendara bermotor. kalau udah kayak gini susah untuk bilang siapa yang salah. memang pejalan kaki yang gak seharusnya jalan di tengah jalan gak punya pilihan lain selain jalan ditengah jalan karena trotoar tempat mereka jalan sudah gak bisa dilewati lagi.

gue bukannya mau protes, bukannya sok pinter, cuman mau ngingetin aja, kenapa kota-kota diluar negeri bisa begitu nyaman buat pejalan kaki sedangkan kita gak bisa ? kita juga pasti bisa mewujudkan kota bandung yang bersih, makmur, taat, dan bersahabat seperti jargon bangung “BERMARTABAT”, asalkan kita sadar bahwa yang bisa ngejaga bandung tetap “BERMARTABAT” itu kita semua, bukan cuma pemerintah aja.

hayu atuh akang teteh, klo udah tau ga boleh teh jangan dilanggar. jadi semuanya bakalan aman dan nyaman. hehe.

ryan06,,