Jangan Berhenti Menulis !
Membaca adalah hal termudah dalam suatu pembelajaran, kita dapat membaca dimana pun dan kapan pun. Dengan membaca kita akan memiliki imajinasi tersendiri di dalam benak kita. Imajinasi pembaca yang satu dengan yang lain akan berbeda berdasarkan seberapa jauh pemikiran sang pembaca akan apa yang ia baca.
Tapi apalah artinya membaca tanpa menulis ?
Jika tak ada yang menulis maka kita pun takkan bisa membaca, karena tidak ada bahan untuk bacaan. Menulis adalah cara yang terbaik untuk menuangkan imajinasi kita ke dalam suatu bentuk lain, yaitu tulisan.
Seorang penulis akan dengan sangat mudah menuangkan imajinasi pikiran mereka kedalam bentuk tulisan. Seorang penulis pun akan langsung menjadi bagian terpenting dalam pembelajaran, yaitu seorang yang belajar, menjadi seorang pelajar, dan juga seorang pengajar.
Seorang penulis akan selalu belajar tentang apa yang akan dia tulis. Maka seorang penulis sudah pasti akan menjadi seorang yang selalu belajar. Dan juga akan menjadi seorang pelajar karena ia selalu belajar akan apa yang akan dia tulis. Seorang penulis juga mengambil peran penting dalam pendidikan, yaitu sebagai seorang pengajar. Karena seorang penulis akan menjadi pengajar pada setiap pembacanya.
Menulis memiliki banyak manfaat. Dengan menulis kita dapat mengingat secara cepat suatu hal. Dari suatu penelitian, menulis dapat membantu mengingat sesuatu hal lebih cepat dan kita juga dapat mengingat hal yang kita tulis dalam waktu yang lama dibandingkan dengan mengingat suatu hal dengan cara dibaca berulang-ulang.
Dengan menulis, kita juga akan memiliki bentuk nyata bahwa kita pernah memikirkan suatu gagasan atau pikiran dalam bentuk nyata. Bukan dalam bentuk abstrak yang hanya ada di dalam pikiran. Tetapi dalam bentuk nyata yang mungkin abadi di dalam suatu bentuk lain, yaitu tulisan.
Apakah setiap orang dapat menjadi penulis ?
Jawabannya ya. Seseorang yang memiliki pikiran yang sehat, ilmu, akal, tidak buta huruf, dan yang paling penting memiliki imajinasi, dapat menjadi seorang penulis yang baik, bahkan memilii karya yang baik.
Yang kita butuhkan untuk menjadi seorang penulis hanya menuangkan pikiran dan imajinasi kita kedalam lain, yaitu kedalam bentuk tulisan.
Tapi apakah semua orang dapat menuangkan pikiran dan imajinasi mereka kedalam bentuk tulisan ?
Tidak semua orang dapat menuangkannya kedalam bentuk tulisan. Kebanyakan orang lebih suka menuangkan pikiran dan imajinasinya kedalam bentuk ucapan atau bentuk lisan. Mengungkapkan suatu pikiran atau imajinasi dalam bentuk lisan memang mudah dan tidak terlalu buruk. Akan tetapi, dengan mengungkapkan secara lisan, kita tidak memiliki bentuk nyata dari suatu gagasan atau pikiran kita. Dan orang lain akan dengan mudah melupakan gagasan kita dalam waktu yang tidak lama. Akan berbeda jika kita memiliki bentuk nyata pemikiran dalam bentuk nyata seperti tulisan. Kita akan memiliki bentuk yang mungkin abadi dan mungkin dapat dikembangkan oleh orang lain.
Banyak orang menyebut menulis merupakan hal yang membuang-buang waktu. Mereka lebih suka mengingat banyak hal di kepala mereka daripada menulis di secarik kertas. Mereka yang tidak suka menulis mungkin tidak terbiasa menyimpan sesuatu dalam bentuk lain seperti tulisan. Mereka mungkin malu karena tulisan mereka akan dilihat oleh orang lain. Padahal, dengan diketahui oleh orang lain, tulisan hasil pemikiran kita akan berkembang dengan bantuan orang tersebut. Mungkin saja tulisan kita kurang sempurna, kurang baik, ada sedikit pemikiran yang salah, masih bisa dikembangkan, atau bahkan di puji ke indahan dari tulisan tersebut.
Dalam suatu artikel berjudul “Developing a Literate Environment for Children” (Cara Mengembangkan Lingkungan Gemar Membaca dan Menulis untuk Anak) yang ditulis di harian The Jakarta Post tanggal 3 Mei tahun 2005, oleh salah satu dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Mr. Ahmad Bukhori Muslim, S.Pd. M.Ed, menjelaskan bahwa sebuah bangsa yang maju adalah bangsa yang penduduk atau rakyatnya gemar membaca dan menulis. Karena dengan membaca dan menulis dapat menjadikan Negara semakin maju dan tidak tertinggal dari Negara lain.
Membaca dan menulis harus sudah dibiasakan sejak dini, karena anak-anak akan lebih mudah menerima suatu pembelajaran dari orang lain. Alangkah baiknya apabila hal yang diajarkan tersebut adalah dengan cara membaca dan menulis secara teratur. Selain itu, seorang anak, masih memiliki daya imajinasi yang luas untuk dituangkan ke dalam bentuk tulisan. Jika di biasakan sejak dini mereka akan menjadi seorang yang memiliki bukti nyata dari imajinasi mereka sendiri.
Membiasakan anak-anak untuk menulis dan membaca juga akan lebih cepat menyerap ilmu daripada belajar memlalui media televisi atau mendengarkan. Karena sekali lagi, hal tersebut akan dengan sangat mudah untuk dilupakan.
Sekarang banyak orang sudah menghidupi keluarganya dari menulis. Mereka adalah seorang penulis buku komersial, penulis novel, penulis buku pelajaran, dan juga penulis didunia maya yang lebih sering disebut “blogger”. Mereka sudah dapat menjadikan menulis sebagai media penyambung hidup. Mereka menaruh kehidupan mereka dari apa yang mereka pikirkan. Mereka sungguh sangat mulia. Bagaimana tidak, mereka adalah ilmu bagi orang lain. Mereka juga merupakan guru bagi seluruh pembaca tulisan mereka. Dan mereka adalah menghasilkan uang dengan cara yang amat sangat mulia.
Menulis bahkan dapat menjadikan kita sebagai orang yang tidak terkenal menjadi orang yang terkenal. Lihatlah J.K Rowling, adakah yang mengenalnya sebelum ia menulis cerita fiksi paling terkenal diseluruh dunia yang mungkin akan menggemparkan dunia hingga 50 tahun ke depan ? adakah yang tahu, bahwa seorang penulis luar biasa telah lahir dari pemikiran kontrofersialnya yang mungkin menurut kita tidak masuk akal ? Dan Brown, penulis karya fenomenal dari keempat bukunya Angel and Demon, Deception Point, Digital Fortress dan buku paling kontrofersial di abad ini The Da Vinci Code, yang lahir berkat kelugasannya dalam mengungkap apa yang selama ini disembunyikan dari masyarakat banyak. Dengan berani mereka berdua merubah dunia, mereka menjadikan kita sebagai pembacanya percaya bahwa segala yang mereka tulis pernah terjadi, akan terjadi atau bahkan sedang terjadi.
Mereka hanya melakukan tugas mudah untuk menjadi seperti sekarang. Mereka hanya menjadikan imajinasi mereka sebagai karya dalam bentuk tulisan. Kesuksesan mereka telah membuat banyak orang terinspirasi dari buku yang mereka tulis. Mereka dapat membuat perubahan untuk banyak orang. Memberikan suntikan keyakinan tentang banyak hal kepada setiap orang yang mambaca karya mereka.
Menulis tidaklah sesulit yang kita bayangkan. Kida dapat memulai belajar menulis dari hal yang kecil dan mudah. Dari hal yang tidak terlau luar biasa menurut kita. Tapi siapa tau tulisan yang kita anggap tidak luar biasa itu dapat merubah kehidupan orang lain ?
Mulailah menulis dari sekarang. Buatlah perubahan disekitar kita dengan pemikiran kita, dengan pendapat, dengan imajinasi kita, dengan gagasan kita yang belum tentu setiap manusia memiliki gagasan yang sama dengan kita. Tuangkanlah sebanyak-banyaknya pikiran, pendapat, gagasan, dan imajinasi kita dalam bentuk lain yaitu tulisan.
Percayalah, dengan menulis kita dapat merubah dunia menjadi lebih baik.
Jangan pernah berhenti berpendapat, jangan berhenti berimajinasi, dan jangan berhenti menulis !
NB : sebenernya ini juga buat tugas MKU bahasa Indonesia. hehe
Recent Comments